manajemen

Wewenang formal

pandangan manajemen klasik yang menyatakan bahwa wewenang adalah sesuatu yang bersifat anugrah atau warisan yang bersifat turun temurun tidak perlu berjuang untuk mendapatkannya. Pandangan ini banyak terdapat pada lingkungan yang bersifat feudal dalam lingkungan kerjaan. Pabrik-pabrik dan perkebunan peninggalan penjajahan Belanda dahulu bahkan lingkungan pesantren sekalipun.

Teori pemasaran

Berpendapat bahwa wewenang seseorang timbul apabila hal itu diterima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan. Dalam hal ini seseorang akan bersedia menerima pengaruh yang bersifat kewenangan hanya bila terpengaruh 4 kondisi yaitu :ssssssss

  1. Dia dapat memahami komunikasinya
  2. Percaya bahwa tidak menyimpang dari tujuan organosasi
  3. Dia yakin bahwa hal itu tidak bertentangan dengan kepentingan pribadinya sebagai suatu keseluruhan
  4. Dia mampu secara mental dan fisik untuk mengikutinya

Tanggung  jawab

Kewajiban untuk melakukan sesuatu yang timbul bila seseorang bawahan menerima wewenang manajer untuk mendiligasikan tugas atau fungsi tertentu. Istilah lain yang sering digunakan adalah akuntabilitas yang berkenaan dengan kenyataan bahwa bawahan akan selalu diminta petangunggungjawabannya atas pemenuhan tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya.

Delegasi

Merupakan wewenang dan tanguung jawab formal kepada ornag lain untuk melaksanakan kegiatan tertentu.

Delegasi wewenang

Adalah proses dimana para manajer mengalokasikan wewenang kebawah kepada orang-orang yang melapor kepadanya.

Ada 4 kegiatan terjadi ketika delegasi dilakukan yaitu :

  1. Pendelegasi menetapkan dan member tujuan kepada bawahan
  2. Pendelegasi melimpahkan wewenang yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau tugas
  3. Penerimaan delegasi baik deplisit atau eksplisit menimbulkan kewajiban atau tanggung jawab
  4. Pendelegasi menerima pertanggungjawaban bawahan untuk hasil yang dicapai.

Manajemen

Planing ( perencanaan )

Organizing ( kumpulan atau kelompok )

Actuating ( pengarahan atau penyusunan )

Controlling ( pengawasan )

Organisasi terdiri atas

  1. Pengaruh-pengaruh yang berorientasi kepada tujuan,

artinya terdiri dari orang-orang yang mempunyai tujuan.

  1. System-system psikologis,

Artinya orang-orang yang sering berorientasi pada kelompok

  1. System-system tekhnis,

Artinya orang-orang yang bekerjasama dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan tekhnis

  1. Integrasi dari kegiatan-kegiatan tersebut,

Artinya orang-orang bekerjasama menurut pola tertentu

Menurut Richard L.Draft

Organisasi adalah

  1. Kegiatan-kegiatan sosial ynag diarahkan kesatu tujuan
  2. System-system aktivitas yang distruktur dengan sengaja dan mempunyai batasan yang dapat dikenali

Chester I Barnard

Organisasi adalah system yang terdiri dari sekumpulan kegiatan dari 2 atau lebih orang yang dikoordinasi secara sadar, disengaja dan mempunyai tujuan jelas.

James A F Stoner

Organisasi adalah 2 orang atau lebih yang bekerjasama dengan cara terstruktur untuk mencapai sasaran atau sejumlah sasaran spesifik.

Manajemen adalah proses merencanakan, mengordinasikan, memimpin dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi serta menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang telah ditetapkan.

Mery  Parker Rollet

Manajemen adalah seni untuk melakukan pekerjaan orang lain

Luther Gullick

Manajemen adalah ilmu yang memungkinkan manusia sering bekarjasama secara sistematis sehingga bermanfaat bagi manusia.

Perencanaan bisa mengandung arti bahwa :

Manajer lebih dulu memikirkan dengan seksama sasaran dan tindakan berdasarkan pada beberapa metode rencana atua logika dan bukan berdasarkan pada perasaan.

Organizing

Adalah proses mengatur dan mengalokasikan pekerjaan wewenang dan sumber daya ke seluruh anggota organisasi sehingga mereka dapat mencapai sasaran organisasi.

Actuating

Adalah kegiatan meliputi prngarahan, mempengaruhi dan memotivasi karyawan untuk melakukan tugas-tugas yang penting.

Controlling

Adalah proses kegiatan untuk memastikan bahwa aktivitas yang terjadi sesuai dengan aktivitas yang direncanakan, proses ini melibatkan beberapa elemen.

Contoh :

–          Menetapkan standar prestasi kerja

–          Mengukur prestasi kerja sat ini

–          Membandingkan perstasi kerja dengan standarnya

–          Mengambil tindakan kolektif bila ada penyimpangan

Manajeman SDM

  1. Fungsi pengadaan karyawan
  2. Berkaitan dengan pengembangan karyawan
  3. Pemberian kompensasi
  4. Pengintegrasian
  5. Pemeliharaan
  1. Pengadaan karyawan

Mencari calon karyawan, lakukan pemilihan kemudian rekrut calon karyawan terbaik.

  1. Pengembangan karyawan

Karyawan diberikan pengembangan dengan cara pelatihan.

3.  Pemberian kompensasi

Member upah kerja kepada karyawan seperti bonus, THR atau imbalan atas hasil yang dikerjakan karyawan.

4. Pengintegrasian

Menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan karyawan-karyawannya.

5.Pemeliharaan

Manajemen produksi atau operasional

Adalah upaya pengelolaan manusia untuk menciptakan nilai tambah atas input yang berupaya berbagai sumber daya atau yang sering disebut factor produksi seperti : tenaga kerja, mesin dan peralatan, bahan mentah kemudian 5 M yaitu :

  1. Manusia
  2. Money
  3. Mechine
  4. Material
  5. Method

Dan sebagainya yang berbentuk keluaran dalam bentuk jumlah, kualitas harga, waktu, tempat tertentu dan kemudahan.

5 hal yang harus dipelajari

  1. Proses

Merancang proses produksi secara fisik akan mencakup seleksi tipe proses, pemilihan tekhnologi, analisis aliran proses penentuan lokasi, fasilitas dan lay ou serta pananganan bahan.

Keputusan proses

Keputusan proses mencakup cara pembuatan pupuk produk atau pemberian dan penyampaian jasa.

Design proses

Berhubungan dengan design produk sehingga memerlukan kombinasi antara unit produksi atau operasi.

  1. Kapasitas

Keputusan kapasitas diperlukan agar volume out put pada posisi optimal sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan dalam arti tidak terlalu banyak dan tidaj terlalu sedikit.

  1. Persediaan

Dalam manajemen operasi, aset terpenting adalah persediaan apakah persediaan bahan baku, persediaan bahan pembantu, persediaan setengah jadi, persediaan suku cadang maupun persediaan barang jadi. Keputusan-keputusan mengenai dari mana, kapan dan berapa pesanan serta penyimpanan memerlukan dukungan system logistic yang memadai. Administrasi dan system informasi yang handal sangat mendukung pengelolaan persediaan dengan baik.

  1. Tenaga kerja

Keputusan mengenai tenaga kerja mencakup keputusan tentang perencanaan dan pengelolaan tenaga kerja dalam kegiatan operasi. keputusan yang dibuat meliputi :

–          Pengadaan tenaga kerja yang berisi di sign pekerjaan

–          Alokasi tenaga kerja

–          Pengukuhan tenaga karja

–          Fungsi SDM yang lainnya

  1. Kualitas

Adapun produk atau jasa yang dihasilkan harus mampu mencirikan keunggulan kualitas oleh karena itu design kualitas harus diletakkan pada tataran proses yang mengikuti keseluruhan kegiatan operasi dari awal sampai akhir.

Manajemen pemasaran

Adalah perencanaan dan perencanaan dari perwujudan, pemberian harga, promosi, distribusi barang-barang dan jasa, dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi.

Marketing Mix ( 4P )

  1. Produk
  2. Price
  3. Place ( distribusi )
  4. Promotion
  1. Produk

Barang atau jasa yang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan nilai tambah. Produk dapat dibadakan menjadi produk inti dan produk ikutan.

  1. Price

Pengganti nilai produk. Nilai bukan sekedar biaya produksi ditambah laba yang diinginkan, didalam harga produk tergantung juga harga citra atau image gengsi yang tertempel pada produk tersebut.

  1. Distribusi

Bagaimana produk yang ingin kita pasarkan itu sampai kepada pembeli atau konsumen.

  1. Promotion

Bagaimana produk yang kita pasarkan itu diketahui oleh konsumen yang perlu di sampaikan kepada konsumen.

Tingkatan manajemen

  1. Manager lini  ( pertama )
  2. Manager madya ( tengah )
  3. Manager puncak ( top manager )
  1. Manager lini

Seperti mandor adalah tingkatan terbawah dalam managemen dalam suatu organisasi mereka memimpin dan mengawali serta bertanggung jawab terhadap kelancaran pekerjaan para tenaga operasional di lapangan, merekalah yang menjadi tumpuan dan harapan atas keberhasilan pencapain tujuan mereka diharapkan mamapu mengartikan dan menterjemahkan sasaran tujaun dan organisasi. Demikian pula meraka diharapkan mampu membuat break down pekerjaan yang rinci dengan bahasa yang sedehana.

  1. Manager madya

Yang bertugas memimpin dan mangawasi manager lini pertama, mereka bertanggung jawab terhadap manager puncak, manager ini bertanggung jawab mengimplementasikan kebijakan, serta mendaptkan keselarasan antara tuntutan manager puncak dengan kemampuan bawahannya.

  1. Manager puncak

Adalah manager yang bertanggung jawa atas seluruh kegiatan organisasi tugasnya adalah menetapkan kebijakan dan mangarahkan organisasi agar dapat beradaptasi dengan lingkungan makro dan mikro perusahaan dan menjamin tercapainya tujaun perusahaan. Contoh : direktur, CEO ( Chief Exsekutive Officer ), GM ( General Manager ).

Ada 3 macam keterampilan yang harus dimiliki

  1. Keterampilan konseptual

Kemampuan mental untuk mengkoordinasikan dan memadukan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi. Ini berarti kemampuan manager untuk melihat organisasi secara keseluruhan dan memahami hubungan antara elemen yang saling terkait  dan saling tergantung.

  1. Keterampialan kemanusiaan atau interpersonal skill

Kemampuan untuk bekerjasama dengan manusia lain. Berarti manager harus mempunyai kemampuan untuk memotivasi orang lain agar tercipta partisipasi bersama dalam mencapai tujuan organisasi.

  1. Keterampilan tekhnik atau technical skill

Kemempuan dalam menggunakan prosedur tekhnik dan pengetahuan di bidang-bidang khusus sehingga pekerjaan dapat terlaksana dengan baik.

Pengembangaan teori managemen

Pertama kali di populerkan oleh F.W Taylor

Di namakan scientific managemen

4 prinsip dasar untuk mencapai efisiensi

  1. Pengembangan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam pelasanaan setiap pekerjaan
  2. Seleksi ilmiah terhadap karyawan dengan menentukan tanggung jawab karyawan sesuai dengan kemapuannya
  3. Pendidikan dan pengembangan karyawan secara ilmiah
  4. Pekerjasama yang baik antara managemen dan karyawan

Kelemahan atau keterbatasan teori ilmiah manageman

  1. Kanaikan produktivitas karyawan tidak diikuiti oleh kenaikan pendapatan
  2. Pendekatan rasional hanya memuaskan kebutuhan ekonomis dan fisik tidak kebutuhan sosial karyawan
  3. Mengabaikan keinginan manusia dalam hal kepuasan kerja

Teori organisasi klasik

Dipopulerkan oleh Henry Fayol

Ada 14 prinsip teori organisasi klasik

  1. Adanya pembagian kerja dengan spesilisasi akan meningkatakan efisiensi kerja
  2. Adanya wewenang yang berarti ada hak untuk member perintah dan dipatuhi
  3. Disiplin, berarti harus ada respek dan ketaatan dalam peranan dan tujuan organisasi
  4. Kesatuan perintah berarti hanya ada satu atasan
  5. Kesatuan pengarahan berarti hanya ada satu direction dari satu manager dengan satu rencana
  6. Meletakkan kepentingan perseorangan dibawah kepentingan umum
  7. Adanya balas jasa berarti konpensasi harus adil antara owner dan karyawan
  8. Sentralisasi, artinya adanya keseimbangan yang tepat antara sentralisasi dan desentralisasi
  9. Rantai sekalar =  (garis wewenang) harus ada garis wewenang yang jelas
  10. Order, bahan-bahan atau material dan orang-orang harus ada pada tempat dan waktu yang tepat
  11. Keadilan, harus ada kesamaan dalam organisasi
  12. Stabilitas staff organisasi berarti turn over karyawan harus rendah
  13. Inisiatif, bawahan harus diberi kebebasan untuk menjalankan dan menyelesaikan rencananya
  14. Esprit de corps (semangat korps)

Hubungan manusiawi

Dipelopori oleh Elton Mayo

Elton Mayo beranggapan bahwa :

“Bila managemen personalia mendorong lebih banyak dan lebih baik dalam bekerja hubungan manusiawi akan lebih baik. Bila moral dan efisiensi memburuk maka hubungan manusiawi dalam oeganisasi juga terpengaruh menjadi buruk sehingga harus ditemukan factor-factor yang bisa memotivasi karyawan.”

Kelemahan aliran hubungan manusiawi

  1. Konsep makhluk sosial tidak menggambarkan secara lengkap individu didalam tempat kerjanya
  2. Perbaikan kondisi kerja tidak meningkatkan produktivitas kerja
  3. Lingkungan sosial hanya salah satu factor pengaruh produktivitas
  4. Tingkat upah, struktur organisasi dan hubungan perburuhan juga berperan

Aliran modern

  1. Pendekatan perilaku organisasi (Abraham Mosslow ) toeri heirarki kebutuhan
  2. Pendekatan kuantitativ ( Dauglas Mc Gregor )
  1. Pendekatan perilaku organisasi / Abraham Mosslow

Yang menjelaskan perilaku manusia dan dinamika proses motivasi

  1. Pendekatan kuantitativ / Douglas Mc Gregor

Terkenal dengan teori X dan Y

  1. Ferdrick Herzberg

Yang menjelaskan teori motivasi higienis dan teori factor

  1. Pensis Likers

Yang telah melakukan penelitian tentang 4 sistem managemen dari system yang eksploitative otoritativ sampai dengan partisipative kelompok

  1. Chris Anggris

Yang menjelaskan organisasi sebagai system sosial atau sistem antara hubungan budaya

4 pilar pemasaran

  1. Target market ( target pasar )
  2. Costumer needs ( kebutuhan konsumen )
  3. Integrated marketing
  4. Proritabilitas ( kemampuan menghasilakan laba

Managemen keuangan adalah semua aktivitas keuangan untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan dan menggunakannya seefisien mungkin.

3 hal yang pelu diperhatikan

  1. Investmen decision
  2. Financial decision
  3. Deviden decision = pembagian keuntungan

Organizing ( pengorganisasian )

Adalah penentuan struktur organisasi yang cocok dengan tujuan dan strategi organisasi sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang meliputinya

Pengorganisasian buka hanya masalah organisasi kemudian mengisi setiap kotak struktur dengan uraian tugas atau job description dan mencari orang yang sesuai untuk deskripsinya tetapi lebih dari itu.

Pengorganisasian adalah proses manajerial yang berkelanjutan peninjaun kembali struktur organisasi job description dan staffing juga merupakan rangkaian kegiatan pengorganisasian.

Prinsip-prinsip dasar organisasi

  1. Perumusan tujuan organisasi yang jelas, dengan adanya perumusan tujuan organisasi hal itu memudahkan setiap orang bekerja sama mencapai hasil akhir
  2. Pembagian kerja, pembagian kerja adalah membagi seluruh beban pekerjaan menjadi banyak tugas yang secar wajar dab nyaman dapat dilaksanakan oleh individu dan kelompok dengan penuh rasa tanggung jawab
  3. Continuias dan pleksibelitas, kelangsunagan dan kesinambungan sikap organisasi harus benar-benar terjamin baik dalam perencanaan sasaran program maupun kegiatan pelaksanaan atau opersiaonal
  4. Deligasi wewenang dan tanggung jawab harus jelas dan seimbang, tidaj terlalu ketat namun harus juga memperhatikan adanya batas wewenang
  5. Kesatuan arah atau unity of direction, semua kegiatan pemikiran, keahlian, waktu dan kemampuan harus ditujukan kepada satu arah yaitu pencapaian tujuan dengan cara efisien
  6. Kesatuan commando atau unity of coman, dengan adanya kesatuan commando maka kerjasama dapat terjamin dengan baik, pemusatan usaha dan pengendalian komando lebih terpusat
  7. Rentangan manajemen atau span of control, berapa jumlah orang yang tepat-tepatnya harus berada dibawah kekuasaan seorang pejabat diatasnya
  8. Hirarki organisasi, menetapkan siapa yang membuat laporan dan kepada siapa laporan disampaikan. Hubungan lini keatas atau kebawah dalam arti penentuan siapa atasan dan siapa bawahan diperlukan untuk mminta pertanggungjawaban
  9. Koodinasi, mekanisme yang menyatukan kegiatan departemen menjadi suatu kesatuan dan memantau keefektivan integratit tersebut. Koordinasi diperlukan untuk menghilangkan rasa menang atau benar sendiri dalam suatu organisasi

Langkah-langkah pengorganisasian

  1. Merinci seluruh pekerjaan, yang harus dilaksankan untuk mencapai tujuan organisasi
  2. Pembagian kerja kedalam aktivitas-aktivitas yang secara logis dapat dilakukan oleh sekelompok orang
  3. Mengelompokkan aktivitas-aktivitas yang sama logis menjadi departemen-departemen dan menyusun skema kerjasama antar departemen
  4. Menetapkan mekanisme atau aturan main untuk mengkoordinasikan pekerjaan anggota organisasi dalam kesatuan yang harmonis
  5. Membantu efetivitas organisasi dan mengambil langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitas

Departemen talisasi adalah mengelompokan kegiatan kerja suatu orgaisasi dengan tujuan kegiatan-kegiatan sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama

Dasar-dasar menentukan departemen talisasi

  1. Berdasar pada fungsi contohnya : pemasaran, akuntansi, produksi dan keuangan
  2. Berdasar pada produk dan jasa contohnya : Divisa mesin cuci, divisa lemari es, devisi televise
  3. Berdasar pada wilayah contohnya : provinsi atau regional
  4. Berdasar pada langganan contohnya : pedagang eceran, industry, pemerintah atau militer
  5. Berdasar pada proses atau aperalatan contohnya : pemotongan perakitan
  6. Berdasar pada waktu contohnya: shif 1, shif 2, shif 3, . . .
  7. Berdasar paya pelayanan contohnya : tiket pesawat, bisnis, ekonomi, eksekutiv
  8. Berdasar pada alpha numerical contohnya : pelanggan pesawat telephone
  9. Berdasar proyek dan matrix

Macam-macam bentuk Departemen

  1. Departemen talisasi fungsional, mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama pada kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk satu kesatuan unit kerja contohnya: bagian personalia, bagian penjualan, bagian pemasaran
  2. Departemen talisasi divisional, dapat di bentik berdasarkan pengelompokkan produk wilayah geografis, pelangan/proses dan mesin perawatan

Kekuasaan adalah kemampuan untuk menggunakan pengaruh pada orang lain dengan tujuan mengubah sikap seseorang atau individu aau elompok dalam organisasi.

Sumber-sumber kekuasaan

  1. Kekuasaan menghargai (reward power): didasarkan kepada kemampuan seseorang atau yang member pengaruh untuk member penghargaan pada orang lain atau yang dipengaruhi untuk melaksanakan perintah atau memenuhi persyaratan investasi kerja
  2. Kekuasaan memaksa (coercive power): berdasarkan pada kemampuan orang yang mempengaruhi untuk menghkum orang yang dipengaruhi kalau tidak memenuhi syarat
  3. Kekuasaan sub/kekuasaan formal (legitimate power): yaitu kekuasaan ini ada kalau seseorang karyawan yang dipengaruhi mengakui bahwa rang yang mempengaruhi memang berhak menggunakan pengaruh dalam waktu tertentu
  4. Kekuasaan keahlian (expert power): kekuasaan keahlian didasarkan kepada orang yang mempengaruhi keahlian relevan atau pengetahuan yang khusus yang tidak dimiliki oleh orang yang di pengaruhi
  5. Kekuasaan rujukan (referent power): dapat dimiliki oleh seseorang atau kelompok berdasar pada keinginan orang yang mempengaruhi untuk dihubungkan dengan atau meniru orang yang dipengaruhi

Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu maka akan tercapai tujuan tertentu

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s